Pengalaman saya berkunjung ke salah satu wisata

Kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya mengunjungi salah satu tempat wisata di Bantul yang pernah saya kunjungi yaitu Puncak Becici. Puncak Becici berada di Gunungcilik, RT.07/RW.02, Gn. Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783. Puncak Becici ini merupakan sebuah tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. pemandangannya oke banget, dan disana kita bisa melihat secara langsung pemandangan yang indah yaitu sunset dan sunrise, serta kita bisa menikmati fasilitas yang tersedia di tempat wisata ini.Mungkin bisa menjadi refrensi tempat berlibur untuk kalian.

Oke langsung saja.Dari pengalaman saya, lebih baik mengunjungi tempat puncak becici ini saat musim panas (cuaca cerah), saat cuaca cerah inilah akan terlihat keindahan sunset dan sunrise yang akan terlihat jelas karena tidak tertutupi dengan mendungnya awan ketika di musim penghujan. keindahan yang terlihat mungkin akan membuat kalian dan saya ketagihan dan ingin berkunjung lagi ke tempat wisata ini.

Puncak becici merupakan tempat wisata yang tempatnya ditanami satu jenis tanaman dengan jumlah banyak, dan ditanam dengan cara urut (seperti barisan). tanaman yang ditanam di Puncak Becici yaitu tanaman pinus. Puncak Becici sering disebut masyarakat dengan hutan pinus.

Wisata Puncak Becici sangat ramai dikunjungi wisatawan. Saya dan teman teman berkunjung di Puncak Becici ketika menjelang malam. Jadi disana saya dapat melihat pemandangan indah terbenamnya matahari yang terlihat jelas dan indah. Saya tidak meninggalkan keindahan tersebut dengan berfoto.

Dari segi fasilitas di Puncak Becici cukup lengkap, jika hanya berkunjung di puncak becici hanya membayar tarif yang harus di bayarkan cukup di pintu masuk, kamar mandipun juga tersedia, tidak banyak pula warung makan.

Sejarah fotografi

Setelah memahami pengertian fotografi kali ini saya akan membahas mengenai sejarah fotografi. Sejarah fotografi sendiri sudah ada sejak abad ke 19, tepatnya pada tahun 1839 merupakan tahun awal/tahun pertama kali kelahiran fotografi. Pada waktu itu juga di Negara Perancis ditetapkan secara resmi bahwa keberadaan fotografi itu merupakan terobosan yang baru di bidang teknologi.

Sejarah fotografi berawal jauh-jauh sebelum tahun masehi datang. Tepatnya diabad ke 5 (lima) sebelum masehi (SM), ada seorang pria yang bernama Mo Ti beliau sudah mengamati suatu gejala. Bila pada sebuah dinding ruangan yang gelap lalu ada lubang kecil, maka bagian yang ada di dalam ruang tersebut akan terefleksikan pemandangan yang ada di luar ruangan dengan cara terbalik melalui lubang kecil tadi. Mo Ti sendiri merupakan orang pertama yang sudah mengakui akan fenomena kamera obscura tersebut.

Sejak pada saat itulah, kemudian sejarah fotografi dimulai. Banyak sekali orang yang menyadari dan mengagumi akan fenomena tersebut, sebut saja nama yang tidak asing lagi di telinga kita yakni Aristoteles tepatnya pada abad ketiga SM dan juga seorang ilmuan kebangsaan Arab yaitu Ibnu Al Haitam atau Al Hazen pada abad kesepuluh SM, dimana tokoh tersebut berupaya untuk menciptakan dan mengembangkan alat yang sampai saat ini disebut dengan kamera.  Seorang ilmuan kebangsaan Italia yaitu tepatnya di tahun 1558 bernama Giambattista Della Porta beliau juga mengatakan camera obscura ada pada sebuah kotak yang membantu pelukis untuk menangkap bayangan suatu gambar.

Nama kamera obscura itu juga diciptakan pada tahun 1611 oleh Johannes Kepler, dimana Johannes Kepler ini menciptakan sebuah desain kamera portable yang dibuat sebuah tenda, lalu kemudian member nama alat itu dengan nama kamera obscura.

Perkembangan Fotografi

Akhirnya fotografi kemudian berkembang dengan pesat dan sangat cepat melalui perusahaan yang bernama Kodak Eastman, George Eastman yang mengembangkan suatu fotografi dengan membuat dan juga menjual roll film dan kamera boks yang sangat praktis, setelah berjalanya waktu dengan perkembangan dunia fotografi melewati berbagai perbaikan seperti halnya perbaikan film, lensa, shutter dan kertas foto.

Itulah seklumit ulasan dari saya mengenai pengertian,sejarah, dan perkembangan didalam dunia fotografi, semoga bermanfaat:D

Pengertian Fotografi dan fotografer

Banyak kalangan masyarakat yang ingin mengetahui mengenai perbedaan antara pengertian fotografer dan fotografi. Apakah semua orang yang memegang kamera disebut sebagai fotografer? Apakah berfoto menggunakakan handphone juga merupakan aktivitas fotografi? Hal ini tentu cukup membuat bingung terutama bagi kawan-kawan pecinta fotografi pemula. Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai pengertian fotografi dan fotografer.

Pengertian Fotografi

Pengertian fotografi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, fotografi diartikan sebagai seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada gambar atau foto dan permukaan yang dipekakan. Sedangkan menurut Wikipedia pengertian fotografi merupakan kata yang diambil dari bahasa Inggris yaitu ‘Photography’ yang berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘photos’ artinya cahaya dan ‘Grafo’ yang artinya melukis atau menulis. Sehingga fotografi merupakan proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Secara umum, pengertian fotografi dapat diartikan sebagai proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya,dan hasilnya busa berubah menjadi lebih cerah ataupun gelap.

Sementara itu, fotografer bernama Elliott Erwitt juga turut mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian fotografi. Di mana dirinya mengatakan bahwa fotografi merupakan sebuah seni observasi atau tentang menemukan suatu hal yang menyenangkan. Hal ini cukup berbeda dengan pengertian fotografi menurut Ansel Adams yang mengatakan bahwa fotografi sebagai media berkespersi dan komunikasi yang kuat, menawarkan berbagai persepsi, interpretasi dan eksekusi yang tak terbatas.Yudhi Soerjoatmodjo yang notabene merupakan salah satu fotografer Indonesia yang terkenal, juga mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian fotografi yang menurutnya merupakan media komunikasi dan alat dialog, fotografi juga dapat dilihat dari fungsi fotografi tersebut yaitu secara dokumentatif, informatif dan bagian dari seni.

Berdasarkan pengertian fotografi di atas dapat disimpulkan bahwa fotografi merupakan aktivitas mengambil gambar melalui kamera untuk menghasilkan karya seni dan bisa dinikmati baik diri sendiri atau publik. Maka dari itu, fotografi memiliki banyak teknik yang bisa menghasilkan berbagai karya yang membuat sebagian orang tertarik untuk melihatnya. Diantaranya terdapat fotografi humanis, fotografi landscape, fotografi portrait, fotografi jalanan dan masih banyak lagi. Nah, sudah cukup paham dengan pengertian fotografi bukan? Selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai pengertian fotografer.

Pengertian Fotografer

Seperti yang saya sampaikan diatas bahwa secara umum pengertian fotografer dapat diartikan sebagai orang yang melakukan aktivitas fotografi. Pengertian tersebut merupakan pengertian singkat dari fotografer. Namun fotografer lebih komplek jika dilihat dari kegiatannya yaitu ada fotografer profesional dan hobi.

Pengertian fotografer profesional adalah orang yang bekerja dengan konsentrasi tinggi dan cenderung menjelajahi sesuatu secara mendalam. Sehingga gambar yang dihasilkan oleh fotografer profesional bisa memiliki harga jual yang tinggi,karena tidak hanya melihat dari segi kesenian saja melainkan juga seni yang dihasilkan. Maka dari itu, fotografer profesional akan banyak menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan kesenian yang pas agar hasil gambar bisa menciptakan seni yang luar biasa.

Sedangkan pengertian fotografer hobi menjalaskan bahwa fotografer seperti halnya dengan namanya yaitu hobi. Fotografer hobi atau amatir merupakan orang yang hanya menyukai aktivitas fotografi namun tidak terlalu memperhatikan segi keseniannya. Pada umumnya, orang tersebut hanya terfokus dengan hasil yang menarik saja. Pengertian fotografer ini juga dapat diartikan dari kegiatannya yang biasanya hanya akan terfokus untuk membagikan hasil gambar ke publik melalui sosial media tanpa memperdulikan hak cipta, selain itu juga hanya menginginkan pengakuan dari orang lain. Melihat kedua kegiatan fotografer tersebut maka kita bisa melihat perbedaannya yang cukup. Sehingga pengertian fotografer tidak hanya dilihat dari pengertiannya saja melainkan juga kegiatan yang dilakukan di lapangan.

Nah, penjelasan mengenai pengertian fotografer dan fotografi di atas apakah sudah cukup membuat kawan-kawan paham mengenai perbedaan diantara fotografi dan fotografer? Fotografer dan fotografi sebenarnya sangat mudah dibedakan jika melihat kedua pengertian di atas. Yang jelas, dengan mengetahui pengertian fotografer dan fotografi di atas, kawan-kawan tidak perlu kebingungan lagi untuk membedakan diantara keduanya. 

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai